[Fikrul Islam] Komunikasi dengan Media
Penulis: M. R. Kurnia, dkk.
Dalam dunia yang berorientasi informasi dewasa ini, hampir mustahil untuk menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat tanpa menggunakan media.
Dalam pandangan Altalib (1999), lebih bijak jika umat Islam mengambil inisiatif untuk membangkitkan kepentingan media daripada menunggu suatu krisis yang melahirkan liputan kritis terhadap isu-isu di kalangan umat Islam. Untuk memudahkan berkomunikasi dengan media, pesan dan informasi yang disampaikan mestilah jelas dan tepat, disalurkan secara terintegrasi, bersikap jujur, dan bersedia bekerjasama.
Untuk mempertahankan komunikasi secara teratur, kita perlu mempunyai informasi tentang siapa yang ada dalam media. Hal ini dapat dilakukan dengan menghubungi ruangan berita dari media lokal yang menaruh minat kepada gerakan dakwah ini. Kemudian diikuti dengan pengiriman berita kepada reporter (wartawan) yang telah dipilih.
Selain itu, perlu dilakukan usaha memperkenalkan diri sebagai sumber informasi yang mempunyai nilai berita pada masa selanjutnya. Inisiatif ini hendaklah disokong dengan mengirimkan press release (kenyataan media) secara berkala sesuai dengan keadaan yang ada dan memang memerlukan. Penting juga untuk menelusuri jalannya berbagai wawancara dan liputan yang ada.
Dari sejumlah cara berkomunikasi pada masyarakat melalui media, terdapat dua cara komunikasi dasar yang perlu dikuasai, iaitu menulis untuk surat khabar dan wawancara.
Sumber: M. R. Kurniawan dkk., Menjadi Pemikir dan Politisi Islam