[Soal Jawab] Untuk Siapakah Seruan di dalam Surah Muhammad Ayat 7?
Oleh: Syeikh ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasythah
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Semoga Allah memberi semua orang taufik kepada apa yang di dalamnya ada kebaikan untuk Islam dan kaum muslim.
Pertanyaan:
Allah Swt. berfirman,
إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”(TMQ Muhammad [47]: 7).
Apakah seruan tersebut diarahkan kepada umat saja, yakni ketika Islam diterapkan di tengah umat, maka Allah menolong umat? Dengan ungkapan lain, ketika diberikan pertolongan kepada suatu kelompok yang berjuang untuk melanjutkan kehidupan islami dan khalifah mula menerapkan Islam, maka bermulalah pertolongan Allah?
Ataukah seruan di dalam ayat tersebut juga berlaku terhadap kelompok yang berjuang untuk melanjutkan kehidupan islami dan Allah menolongnya iaitu dengan bentuk ahlu nushrah menjawab kelompok tersebut sebagaimana yang disebutkan oleh sirah bahawa Allah Swt. ketika ingin menolong hamba-Nya, Muhammad saw., Allah memperjalankan suatu kelompok dari Aus dan Khazraj?
Jawapan:
Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
Ayat yang mulia tersebut adalah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ * وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْساً لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ * ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah kerana sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.”(TMQ Muhammad [47]: 7-9).
Seruan tersebut bersifat umum “alladzîna âmanû”. Jadi seruan itu untuk kaum mukmin dan bukan hanya untuk orang-orang yang berperang, maksudnya, ia mencakupi perang dan selain perang dan berlaku pada pasukan di medan perang, dan demikian juga terhadap parti yang mengemban dakwah. Ayat ini tidak menyatakan tentang perang, semisal ayat,
﴿وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ
“Dan perangilah mereka itu sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (TMQ Al-Baqarah [2]: 193).
قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ
“Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (TMQ Al-Anfal [8]: 39).
Jadi seruan di dalam ayat yang mulia tersebut yang ditanyakan bukan merupakan pernyataan mengenai perang sehingga tidak mencakup yang lain, tetapi itu semisal firman Allah Swt.,
إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَاد
“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (TMQ Ghafir [40]: 51).
Jadi Allah Swt. tidak hanya menolong rasul-rasul-Nya saja. Tetapi juga وَالَّذِينَ آمَنُوا (dan orang-orang yang beriman). Dan bukan hanya وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ (pada hari berdirinya saksi-saksi [hari kiamat]), yakni di akhirat saja dengan keredhaan Allah dan syurga Firdaus. Akan tetapi, juga فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا (di kehidupan dunia) dengan kemuliaan dan peneguhan kekuasaan (at-tamkîn).
Kadang dikatakan, kata an-nashru wa tatsbît al-aqdâm (pertolongan dan peneguhan kedudukan) memberi pengertian kemenangan di dalam perang dan ini benar. Akan tetapi, demikian juga tidak menafikan kemenangan pengemban dakwah dengan terealisasinya tujuan pengemban dakwah itu, ertinya kemenangan di situ di dunia dan akhirat sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas disebabkan keumuman seruan tersebut. Semua itu adalah pertolongan, yakni itu adalah kemenangan.
Sebagaimana bahawa peneguhan kedudukan itu mungkin berupa peneguhan di atas kebenaran sebagaimana firman Allah Swt.,
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (TMQ Ibrahim [14]: 27).
Di dalam Tafsîr Ibnu Katsîr untuk ayat yang mulia,
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (7) وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْساً لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ (8) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ﴾
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah kerana sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (TMQ Muhammad [47]: 7-9).
Dinyatakan, firman Allah Swt.,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (TMQ Muhammad [47]: 7-9).
Seperti firman Allah Swt.,
وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” (TMQ Al-Hajj [22]: 40).
Kerana sesungguhnya, balasan itu dari jenis yang sama dengan amal. Oleh kerana itu, Allah berfirman, وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (dan meneguhkan kedudukanmu) sebagaimana yang ada di dalam hadis,
مَنْ بَلَّغَ ذَا سُلْطَانٍ حَاجَةَ مَنْ لَا يَسْتَطِيعُ إِبْلَاغَهَا، ثَبَّتَ اللَّهُ قَدَمَهُ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Siapa yang menyampaikan kepada penguasa, keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya, Allah meneguhkan kedudukannya di atas ash-shirâth pada hari kiamat.”
Firman Allah,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong Allah.”
Yakni agama Allah dan rasul-Nya, يَنصُرْكُمْ (nescaya Allah menolong kamu) terhadap musuhmu dan memenangkan kamu.
وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (dan meneguhkan kedudukanmu) di tempat perang atau di atas hujah. Jadi peneguhan itu kadang kala di dalam perang dan kadang kala di dalam dakwah kepada Islam.
– Di dalam Tafsîr al-Qurthubî tentang tafsir ayat yang mulia,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong Allah.”
Dinyatakan: Yakni, jika kamu menolong agama Allah, nescaya Allah menolong kamu terhadap orang-orang kafir.
Yang semisalnya adalah firman Allah Swt.,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” (TMQ Al-Hajj [22]: 40).
Qutharib mengatakan, “Jika kamu menolong nabi Allah, nescaya Allah menolong kamu. Dan maknanya sama.
وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
(Dan meneguhkan kedudukanmu) yakni di dalam perang. Dan dikatakan, di atas Islam. Dan dikatakan di atas ash-Shirâth. Dan dikatakan: yang dimaksudkan adalah peneguhan hati dengan iman.
Dan peneguhan kedudukan adalah pemisalan untuk keyakinan dan tidak adanya keraguan, dimisalkan dengan keadaan orang yang meneguhkan kakinya di tanah sehingga dia tidak bergeser. Sebab ketergelinciran adalah keraguan yang menjatuhkan pemiliknya. Oleh kerana itu, al-inhizâm (kekalahan), al-khaybah (kegagalan), dan al-khatha` (kesalahan) dimisalkan dengan ketergelinciran kaki.
Allah Swt. berfirman,
فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا
“Yang menyebabkan tergelincirnya kaki(mu) sesudah kukuh tegaknya.” (TMQ An-Nahl: 94].
Selesai.
Ringkasnya adalah bahawa ayat yang mulia tersebut, walaupun memberikan makna pertolongan di dalam perang dan peneguhan kedudukan di dalam perang, tetapi tidak menafikan pertolongan untuk agama Allah dalam memikul dakwahnya dan peneguhan di atas kebenaran sehingga kaki tidak tergelincir, serta seterusnya pengemban dakwah tidak takut di jalan Allah terhadap celaan orang yang suka mencela.
Saya berharap, di dalam ini ada kecukupan. Wallahualam wa ahkam.