INILAH UMATMU YA RASULULLAH, MESKI HARI INI MEREKA HIDUP DI ZAMAN JAHILIYAH YANG LEBIH GILA DARIPADA ZAMANMU
Gaza, Palestin dan Syam secara umum hari ini telah membuktikan kebenaran sabdamu, empat belas abad yang lalu, ya Rasulullah!
Lihatlah, walaupun mereka dihujani roket, bom fosforus, yang menghancurkan bangunan, tanah dan seisinya, tak terhitung lagi berapa kerugian harta benda mereka, dan berapa yang telah gugur sebagai syuhada’, tapi keimanan mereka begitu kukuh.
Mereka memegang teguh ajaranmu. Walaupun semua musibah yang telah mereka alami, lisan mereka tetap mengucapkan, “Alhamdulillah.” Mereka masih tersenyum di tengah badai ujian yang luar biasa. Inilah umatmu ya Rasulullah. Umat yang kelak engkau banggakan di hadapan umat yang lain. Umat yang tidak akan mencoreng mukamu.
Walaupun, di sisi lain, ada juga umat, yang mengaku sebagai umatmu, tetapi mereka tak lagi hirau dengan ajaranmu. Mereka bahkan sanggup mengadakan konsert maksiat, di saat saudaranya dibantai entiti Yahudi.
Ya Rasulullah, sebahagian umatmu ada yang terperosok dalam kehidupan jahiliyah yang lebih parah dan dahsyat, berbanding zamanmu. Saat ini yang makruf disebut munkar. Yang munkar disebut makruf.
Ketika saat ini ibadah hanya menjadi acara, yang tak bermakna. Jauh dari makna hakikinya. Ketika membunuh jiwa yang diharamkan, pengguguran, perzinaan dan bunuh diri merajalela.
Jahiliyah yang lahir dari sikap fanatisme buta, kepada kelompok, organisasi, mazhab, tanpa melihat lagi haq dan batil, Islam atau Kafir. Apa yang menyebabkan umatmu dihinakan, didzalimi dan dijadikan sasaran musuh, tak lain kerana kelal
aian umatmu terhadap sumber kemuliaan mereka, al-Quran
Ya Rasulullah, inilah keadaan umatmu saat ini. Maafkanlah, kami yang belum mampu melakukan banyak hal yang sepatutnya menjadi kewajipan kami kepadamu, Allah, dan agama-Nya ini
Semoga kelak engkau tetap mahu mengakui kami sebagai umatmu, dan memberikan syafaat kepada kami.
Semoga musibah dan ujian yang menimpa kami dan saudara kami dapat menjadi pelajaran berharga bagi umatmu ini untuk bangkit kembali meniti kemuliaannya, sebagaimana yang pernah engkau ajarkan kepada generasi terhulu
Salam kami untukmu, ya Rasulullah!
@ KH Hafidz Abdurrahman