[ULAMA SEPAKAT WAJIBNYA KHILAFAH]
WAJIBNYA KHILAFAH BERDASARKAN AYAT AL-QURAN DAN KAIDAH USHULIYAH
AL-IMAM ABU FIDA’ IBNU KATSIR AD-DIMASYQI ASY-SYAFI’I (W. 774 H)
menyatakan dalam kitab tafsir beliau, Tafsîr Al-Qur’ân Al-‘Azhîm (Tafsir Ibn Katsir):
ﻭﻗﺪ اﺳﺘﺪﻝ اﻟﻘﺮﻃﺒﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﺑﻬﺬﻩ اﻵﻳﺔ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻮﺏ ﻧﺼﺐ اﻟﺨﻠﻴﻔﺔ ﻟﻴﻔﺼﻞ ﺑﻴﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﺨﺘﻠﻔﻮﻥ ﻓﻴﻪ، ﻭﻳﻘﻄﻊ ﺗﻨﺎﺯﻋﻬﻢ، ﻭﻳﻨﺘﺼﺮ ﻟﻤﻈﻠﻮﻣﻬﻢ ﻣﻦ ﻇﺎﻟﻤﻬﻢ، ﻭﻳﻘﻴﻢ اﻟﺤﺪﻭﺩ، ﻭﻳﺰﺟﺮ ﻋﻦ ﺗﻌﺎﻃﻲ اﻟﻔﻮاﺣﺶ، ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ اﻷﻣﻮﺭ اﻟﻤﻬﻤﺔ اﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺇﻗﺎﻣﺘﻬﺎ ﺇﻻ ﺑﺎﻹﻣﺎﻡ، ﻭﻣﺎ ﻻ ﻳﺘﻢ اﻟﻮاﺟﺐ ﺇﻻ ﺑﻪ ﻓﻬﻮ ﻭاﺟﺐ.
“Al-Qurthubi beserta ulama lainnya telah menjadikan ayat ini (Al-Baqarah 30) sebagai dalil akan wajibnya mengangkat seorang khalifah untuk memutuskan perkara yang mereka perselisihkan, melerai persengketaan, menolong yang teraniaya dari penganiayanya, menegakkan hudud (hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah), mencegah dilakukannya berbagai perbuatan keji, serta perkara-perkara urgen lainnnya yang tidak mungkin terlaksana kecuali dengan adanya seorang imam/khalifah. Berdasarkan kaidah “perkara yang suatu kewajipan tidak dapat sempurna tanpanya maka perkara tersebut wajib hukumnya“.
Ibnu Katsir. Tafsîr Al-Qur’ân Al-‘Azhîm. (Riyadh: Dar Thayyibah) 1/221
———–
Faidah:
- Ayat 30 dari surah Al-Baqarah dalam pandangan sejumlah ulama Ahlussunah (Al-Qurthubi dan lain-lain) merupakan dalil atas wajibnya khilafah, sedangkan ulama yang tidak melihat hal tersebut tidak menyalahkannya
- Wajibnya khilafah berdasarkan kaidah:
ﻣﺎ ﻻ ﻳﺘﻢ اﻟﻮاﺟﺐ ﺇﻻ ﺑﻪ ﻓﻬﻮ ﻭاﺟﺐ
“perkara yang suatu kewajiban tidak dapat sempurna tanpanya maka perkara tersebut wajib hukumnya”
tidak diperselisihkan oleh para ulama.
(Ustaz Azizi Fathoni)