[Hukum Seputar Puasa di Bulan Syaaban]
Haram Berpuasa Setelah Masuk Separuh Kedua Syaaban
Haram hukumnya berpuasa sunnah setelah masuk separuh kedua bulan Syaaban
Hal ini berdasarkan hadis Abu Hurairah:
“Apabila sudah pertengahan Syaaban, maka jangan kalian berpuasa.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Saat melewati separuh pertama bulan Syaaban, seseorang adakalanya;
1. Telah berpuasa pada 15 Syaaban dan hari-hari sebelumnya – Dalam hal ini diperbolehkan baginya berpuasa separuh kedua bulan Syaaban (tanggal 16-30) meskipun tidak ada sebab tertentu, dengan catatan dia menyambungnya hingga akhir bulan.
Namun apabila ada senggang hari tidak berpuasa, maka berlaku seperti hukum keadaan situasi kedua.
2. Tidak berpuasa pada 1-15 Syaaban – Dalam hal ini haram baginya berpuasa kecuali ada sebab-sebab tertentu, seperti puasa qadha dan kaffarah, atau bertepatan dengan puasa sunnah yang menjadi kebiasaannya.
Syaikhul-Islam Zakariyya Al-Anshariy berkata:
“Apabila telah masuk pertengahan Syaaban, maka haram berpuasa tanpa sebab jika tidak disambung dengan sebelumnya (yakni tanggal 15 Syaaban)’’ [Fathul-Wahhab Syarh Manhaj At-Thullab, vol.I/hal.141]
Syaikh Sulaiman Al-Jamal menjelaskan ibarot di atas:
“Perkataan beliau (haram berpuasa tanpa sebab) adapun bila ada sebab maka diperbolehkan, seperti puasa qadha, puasa nazar, atau bertepatan dengan kebiasaan puasanya’’
“Perkataan beliau (jika tidak disambung dengan sebelumnya) yakni dengan berpuasa di tanggal 15 dan setelahnya hingga akhir bulan, ketika dia berbuka (yakni tidak berpuasa) di satu hari dari setengah kedua, maka haram dan tidak sah berpuasa setelahnya. Dan difahami dari sini jika seseorang berpuasa pada 15 Syaaban dan setelahnya, lalu berbuka pada 17 Syaaban, maka haram baginya berpuasa pada 18 Syaaban (dan juga setelahnya tanpa ada sebab sebagaimana telah dijelaskan).” [Hasyiyatul-Jamal Ala Syarhil-Manhaj, vol.2/hal.326]
Sumber: @Fawaedsyafiiyyah