[Siri Pesan Menggugah untuk Pengemban Dakwah #5]
Jangan Lelah Menjadi Pelita, Meski Sekitar Terus Gelap
Wahai engkau yang merasa perjuangan ini terlalu sunyi…
Semoga Allah tabahkan hatimu dan terangi langkahmu dengan cahaya dari langit,
meski dunia seolah tak pernah mahu menyambut sinar dakwahmu.
Kau sudah bicara…
tapi umat tetap diam.
Kau sudah menulis…
tapi mereka melontarkan jenaka.
Kau sudah bergerak…
tapi banyak yang tertinggal atau malah pergi.
Kadang, kau merasa seperti lilin…
yang terus menyala demi orang lain,
namun semakin kecil dalam kesunyian.
Wahai pengemban…
jangan lelah menjadi pelita,
meski engkau terus ditinggal dalam gelap.
Allah Ta’ala berfirman:
“فَٱصْبِرْ إِنَّ ٱلْعَٰقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ”
“Bersabarlah, sesungguhnya akhir yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (TMQ Hud: 49)
Cahaya itu bukan untuk dipuji.
Ia hanya tahu satu tugas: menyinari.
Dan engkau adalah cahaya itu.
Engkau ditugaskan untuk menerangi, bukan untuk dipuja.
Engkau diciptakan untuk membakar egomu,
demi umat yang telah lama terpenjara dalam kegelapan.
Imam Ibn Al-Qayyim رحمه الله berkata:
“كن كالشمس، لا تنتظر شكرًا لتضيء، ولا تتوقف عن العطاء مهما كان الليل طويلًا.”
“Jadilah seperti matahari,
tak menunggu ucapan terima kasih untuk bersinar,
dan tak berhenti memberi meski malam terasa panjang.”
Wahai pengemban…
engkau mungkin tidak terkenal.
Engkau mungkin tidak viral.
Tapi malaikat mengenal langkah-langkahmu.
Dan Allah mencatat keringatmu,
air matamu,
dan sabarmu —
dengan tinta yang tak akan pernah hilang.
Jangan kecilkan peranmu hanya kerana tak terlihat.
Jangan nilai dakwahmu dari jumlah like atau komentar.
Kerana pelita tak perlu tepuk tangan.
Ia hanya perlu menyala —
dan itu sudah cukup.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ”
“Berilah khabar gembira kepada mereka yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid,
bahawa mereka akan diberi cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud)
Saudaraku, camkanlah
“إنّ الداعية ليس موظفًا في حزب، بل شعلة لا تنطفئ حتى يُقام دين الله.”
“Seorang da’i bukan pegawai dalam parti,
tapi nyala api yang tak padam sampai agama Allah ditegakkan.”
Maka hari ini…
meski engkau berjalan sendiri,
teruslah melangkah.
Meski yang engkau seru belum mendengar,
teruslah berseru.
Meski yang engkau nyalakan belum menghangatkan mereka,
teruslah menyala…
Kerana dunia ini akan tetap gelap
sampai orang-orang sepertimu
memilih untuk terus menjadi cahaya,
bukan sekadar penonton kegelapan.
(KH Abi Yasin Muthohar)
16 Mei 2025