[Khilafah Rasyidah] Metode Menentang Embargo (Bahagian 4/4)
Penulis: dr. Hamdan Fahmi
(Sambungan dari Bahagian 3/4)
Metode Menghadapi Embargo di Luar Negeri
Adapun berkaitan dengan strategi luar negeri untuk menghadapi embargo, Daulah tidak boleh mencukupkan diri dengan strategi di dalam negeri. Akan tetapi Daulah wajib melakukan upaya untuk menghancurkan dan mengagalkan embargo dengan segala jalan, cara, dan sarana yang boleh digunakan. Dalam hal ini Daulah boleh mengikuti langkah-langkah berikut:
- Menggagalkan embargo. Siapa saja yang mengkaji masalah embargo ekonomi terhadap suatu negara mana pun, dia akan mendapati bahawa embargo tidak mungkin dilaksanakan secara sempurna. Akan tetapi di dalam pelaksanaannya pasti terdapat celah yang mungkin ditembus dan dilampaui.
Perbatasan Daulah itu sangat panjang. Penjagaan perbatasan itu (oleh kaum kafir yang menerapkan embargo) dari semua sisi (setiap jengkal) hampir-hampir merupakan suatu yang mustahil.
Masalah ini perlu diperhitungkan secara cermat oleh anggota-anggota pasukan dan orang-orang yang pakar dalam masalah ini kerana masalah ini memerlukan pengalaman dan kepakaran. Pada waktu yang sama, individu-individu, khususnya mereka yang dekat dengan perbatasan negara-negara tetangga, tidak boleh dihalang (tidak boleh dilarang) untuk menembus embargo, kecuali dalam keadaan yang boleh menyebabkan bahaya secara umum terhadap Daulah.
Menyerah kepada embargo adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Bahkan kaum muslim wajib melakukan aktiviti untuk menggagalkan embargo itu. Hal itu merupakan sebahagian dari hak-hak mereka. Usaha menggagalkan embargo itu merupakan salah satu metode untuk mengambil hak mereka. Kematian di jalan tersebut merupakan syahid. Dahulu Rasulullah SAW beraktiviti menggagalkan embargo terhadap Bani Thalib dengan jalan rahasia.
- Mendorong bangsa-bangsa tetangga Daulah Islamiah untuk beraktiviti menghancurkan embargo dari arah mereka.
Dorongan tersebut wajib difokuskan pada masalah haramnya kaum muslim berdiam diri atas perkara yang dijatuhkan oleh kaum kafir yang menyebabkan kematian dan bencana bagi sekelompok dari kaum muslim.
Juga difokuskan kepada ayat-ayat dan hadis-hadis yang mendorong untuk saling tolong-menolong dan membantu. Juga ayat-ayat dan hadis-hadis yang melarang dan mengharamkan seorang muslim tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan.
Rasulullah SAW bersabda, “Penduduk kampung (negeri) mana pun yang tidur pulas sementara di tengah mereka terdapat orang yang kelaparan, maka perlindungan Allah SWT terlepas dari mereka.”
Allah SWT juga berfirman, “(Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (TMQ Al-Anfal: 72).
Menolong dan memberikan pertolongan itu terjadi dengan semua cara dan dalam perkara apa pun yang dibuat oleh kaum kafir melawan kaum muslim. Dengan demikian, akan menggerakkan bangsa-bangsa yang bertetangga dengan Daulah Islamiah untuk menghancurkan embargo melalui sempadan.
Mereka juga akan tergerak untuk beraktiviti menghancurkan embargo yang dipaksakan oleh pemerintah-pemerintah mereka terhadap bangsa muslim yang bertetangga dengan mereka. Sebagaimana ia memobilisasi bangsa-bangsa Muslim, ia juga akan memobilisasi bangsa-bangsa lain untuk meruntuhkan embargo.
Perlu dijelaskan kepada mereka bahawa sebab pemaksaan embargo yang jahat terhadap Daulah Islamiah itu adalah kerana Daulah Islamiah mengemban pemikiran yang menyalahi (bertentangan dengan) idea imperialis. Imperialis ingin agar bangsa-bangsa itu tetap menjadi pengekor dan terbelakang untuk dirompak sumber daya alam dan kekayaan mereka.
Bangsa-bangsa kafir juga digerakkan melalui pendekatan material bagi menghancurkan dan merobek embargo. Ini kerana bangsa-bangsa kafir itu berfikir berasaskan manfaat dan kepentingan. Justeru mereka mudah melakukan aktiviti-aktiviti yang dapat meruntuhkan embargo.
- Pemanfaatan isu embargo dalam menggerakkan bangsa-bangsa yang bertetangga dengan Daulah Islamiah, baik bangsa-bangsa Muslim mahupun bangsa-bangsa kafir. Bangsa-bangsa Muslim yang bertetangga dengan Daulah Islamiah digerakkan untuk melakukan berbagai perhimpunan, tunjuk perasaan, dan protes. Semua ini dalam rangka membaiat khalifah kaum muslim dan bergabung kepada kekuasaan khalifah. Juga dalam rangka melawan para kekuasaan yang berdiri di barisan kaum kafir yang menentang Daulah Islamiah yang pendiriannya diumumkan di atas asas agama, serta bertujuan membangkitkan dan mengangkat martabat umat.
Masalah ini– perhimpunan, demonstrasi, tunjuk perasaan, dan protes—bukanlah perkara yang mudah bagi pemerintah-pemerintah itu. Akan tetapi pemerintah-pemerintah itu akan segera menyerap aspirasi masyarakat luas dengan jalan menghancurkan embargo. Sebabnya, terus melangsungkan embargo dalam bentuk yang ada akan membahayakan kerusi kekuasaan dan mahkota mereka.
Adapun berkaitan dengan bangsa-bangsa kafir di negeri-negeri Barat, maka melalui media massa yang diarahkan dan para pemuda Daulah yang tinggal di negeri-negeri Barat, Daulah Islamiah menyebarkan berita-berita tentang embargo dan menyampaikannya ke telinga bangsa-bangsa Barat.
Pada masa yang sama, dilakukan dorongan kuat untuk menentang idea demokrasi dan hak asasi manusia yang diadopsi bangsa-bangsa Barat. Demokrasi dan hak asasi manusia tidak dapat menghalangi pemerintah. Pemerintah mereka (Barat) memaksakan embargo ekonomi terhadap Daulah disebabkan pemikiran dan ideologi Daulah Islamiah. Demikian pula hak asasi manusia tidak mampu menghalang pemerintah-pemerintah Barat dari mengganggu manusia dan hak-hak mereka di dalam kehidupan.
Daulah Islamiah dan semua pendukungnya di luar negeri perlu menjelaskan kepada dunia bahawa terorisme atau keganasan yang dilekatkan oleh Amerika dan negara-negara Eropah kepada kaum muslim itulah yang mereka lakukan dan terapkan dalam politik embargo terhadap para wanita, anak-anak, dan orang tua disebabkan keyakinan mereka.
Pada hakikatnya, masalah kreativiti dan inovasi dalam menghadapi embargo secara dalam negeri dan luar negeri akan memungkinkan Daulah atas dua perkara.
Pertama, mampu bertahan dalam waktu yang lama terhadap embargo. Berikutnya embargo itu akan hancur secara sempurna. Ini sebagaimana hancurnya embargo Quraisy terhadap Bani Hasyim di Mekah setelah embargo itu berlangsung lama dan banyak penderitaan menimpa kaum muslim.
Hal itu berpengaruh kepada penduduk Mekah dan para pemimpinnya. Mereka tidak kuasa melanjutkan embargo. Sebaliknya, mereka sendiri beraktiviti untuk menghancurkan dan menghentikan embargo itu.
Kedua, mampu memukul embargo itu dengan segenap cara untuk menghancurkan dan memutuskannya. Bagaimana pun negara-negara itu memiliki kekuatan dan keinginan, maka banyaknya pukulan yang berlangsung secara berulang-ulang dan bermacam-macam cara akan berpengaruh kepadanya. Dengan demikian, negara-negara itu akan merasa letih dan berfikir untuk menghentikan embargo tersebut.
Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.