Muhasabah Zulhijjah
Umat Islam perlu membangun kembali persatuan hakiki di antara mereka. Demikian sebagaimana dulu diawali oleh kaum Muhajirin dan Anshar yang bersatu dalam ikatan akidah Islam. Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Kaum Mukmin itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) kedua saudara kalian itu dan takutlah terhadap Allah supaya kalian mendapat rahmat”. (TMQ al-Hujurat [49]: 10).
Ikatan akidah yang melahirkan ukhuwah Islamiah ini bukan saja tercipta di Madinah, Negara Islam pertama di dunia, namun terus menjalar ke setiap wilayah, di mana pun Islam tersebar melalui dakwah dan futuhat (penaklukkan). Setiap bangsa yang memeluk Islam kemudian mengganti ikatan kesukuan dan kebangsaan mereka dengan ukhuwah Islamiah. Mereka menyambut saudara seiman mereka sekalipun berbeza suku bangsa, juga sekalipun para pendatang itu yang menaklukkan negeri mereka. Bangsa Sepanyol di Andalusia dan Cordoba, Persia, Syam, suku Barbar di Afrika. Semua bersatu dalam ikatan akidah dan ukhuwah Islamiah bersama kaum Muslim yang berasal dari Jazirah Arab.
Sayang, hari ini umat Islam berada di titik terlemah kerana terpecah-belah. Tak sanggup membela diri dan memberikan perlindungan kepada sesama Muslim. Mereka malah membiarkan saudara seiman terus nazak di tengah penderitaan.
Oleh itu, mari kita kukuhkan kembali ikatan ukhuwah Islamiyah kita. Satukan hati kita. Campakkan ego kebangsaan (nasionalisme) dan kelompok yang telah membuat kita tercerai-berai, yang telah membuat musuh terus-menerus menguasai kita.
Mari kita jadikan kalimat tauhid sebagai pemersatu kita. Sungguh kita adalah umat yang satu. Bertuhankan satu, Allah SWT. Berhukum satu, Al-Quran. Dengan persatuan di bawah kalimat tauhid itulah Allah SWT akan menolong dan memuliakan kita.
Petikan: Buletin Kaffah no. 100, “Haji: Bersatu dalam Kalimah Tauhid”
#Zulhijjah #KesatuanUmmah #1Akidah1Ummah