[Siri Ayuh Umat Bangkit] Agar Kita Mendapatkan manfaat daripada Al-Quran
Daripada Nabi SAW, baginda bersabda:
“Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan membawanya adalah seperti hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Di antara tanah itu ada jenis yang dapat menyerap air sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Dan di antaranya ada tanah yang keras lalu menahan air (tergenang) sehingga dapat diminum oleh manusia, memberi minum haiwan ternak, dan untuk menyiram tanaman. Dan yang lain ada permukaan tanah yang berbentuk lembah yang tidak dapat menahan air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman.
Perumpamaan itu adalah seperti orang yang faham agama Allah dan dapat memanfaatkan apa yang aku diutus dengannya, dia mempelajarinya dan mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak dapat mengangkat darjat dan tidak menerima hidayah Allah dengan apa yang aku diutus dengannya”. Berkata Abu Abdullah, Ishaq berkata: “Dan di antara jenis tanah itu ada yang berbentuk lembah yang dapat menampung air hingga penuh dan di antaranya ada padang sahara yang datar.” (HR. Bukhari)
Allah turunkan Al-Quran kepada seluruh manusia. Namun, sebagaimana keadaan tanah yang berbeza yang mendapatkan manfaat daripada turunnya air hujan, begitu jugalah dengan manusia. Berdasarkan hadis tersebut, kita menemukan tiga kategori manusia dalam hal menerima petunjuk:
1) Orang pertama adalah orang yang beriman dan bertakwa, dia sentiasa membuka fikiran dan hati untuk menerima petunjuk Allah dan mendakwahkannya.
2) Orang yang kedua adalah dia yang menerima ilmu.
3) Orang yang ketiga seumpama tanah yang tandus, berbatu, tidak boleh ditanami. Petunjuk tidak memberikan manfaat apa pun bagi dirinya.
Al-Quran turun kepada semua orang, tapi sebagaimana tanah dengan kapasitinya masing-masing maka tiap daripada kita pun memperoleh manfaat yang berbeza-beza. Al-Quran juga mengungkapkan perbezaan respon dari tiap golongan manusia dalam menerima Al-Quran.
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَار
“Dan Kami turunkan daripada Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Quran) itu hanya akan menambah kerugian.” [TMQ Al-Isra (17): 82]
وَإِذَا مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَنًا فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَنًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَفِرُونَ )
“Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah lagi imannya, dan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka dengan surah itu bertambahkan kekafiran yang sedia ada dalam diri mereka, dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.” [TMQ At-Taubah (9): 124-125]
Sumber: Revive your Dakwah (Ayu Paranitha)
#muhasabahdakwah #hakikatmanusia #keimanan #jomdakwahislam #ayuhumatbangkit