[Nafsiyah] Penyembuh Penyakit Hasad
Salah satu penyakit hati yang berbahaya dan perlu diwaspadai oleh setiap muslim ialah hasad. Hasad merupakan sikap tidak menyukai orang lain mendapatkan nikmat atau kebaikan, disertai dengan keinginan agar hilangnya nikmat tersebut pada orang lain.
Ulama mengatakan, “Setiap jasad tidak dapat terlepas dari apa yang namanya hasad. Namun, orang yang berpenyakit (hati) akan menampakkannya. Sedangkan orang yang mulia akan menyembunyikannya.” (Majmu’ Al Fatawa, 10/124-125).
Imam Al-Ghazali menuturkan bahawa ada tiga sifat hati berbahaya, sifat ini selalu muncul dari zaman ke zaman. Yakni, hasad (iri hati), riak (pamer), dan ujub (angkuh, sombong, atau berbangga diri) (Bidayat Al Hidayah). Hasad adalah cabang dari syukh, iaitu sikap batin yang bakhil untuk berbuat baik.
Firman Allah Taala, “Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) kerana kurnia yang telah diberikan Allah kepadanya?” [TMQ An-Nisa (4): 54]
Saudariku, kesan dari penyakit hasad di antaranya:
Pertama, membentuk jiwa yang tidak mensyukuri nikmat Allah SWT..
Kedua, menyeksa diri sendiri kerana hatinya tidak tenang dan tidak tenteram atas kebahagiaan orang lain.
Ketiga, memunculkan ghibah, fitnah, dan dapat menimbulkan perpecahan dalam keluarga serta ikatan persaudaraan sesama muslim.
Keempat, memunculkan kebencian dan permusuhan yang dapat menimbulkan kerosakan dalam jangka waktu panjang.
Adakah penyakit hasad boleh disembuhkan? Jawapannya, YA BOLEH.
Pertama, jangan terlalu peduli dengan pencapaian yang diperoleh orang lain dalam kehidupan. Apatah lagi saat hati kita lemah. Tidak mengetahui secara rinci kehidupannya akan membantu diri kita menjauhi hasad. Atau mengurangkan informasi tentang kehidupan orang lain. Kadang-kadang ketidaktahuan itu menjadi berkah.
Kedua, mengimani setiap takaran yang diberikan Allah SWT. tidak pernah salah. Seakan-akan pelaku hasad menyalahkan Allah kerana tidak memberikannya lebih dari orang lain. Jadi jika mengetahui seseorang mendapatkan yang lebih dari kita, kita tidak perlu hasad.
Firman Allah Taala, “(Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah kurnia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” [TMQ An-Nur (24): 38]
Ketiga, cara meneutralkan penyakit hasad dengan mendoakan orang yang mendapatkan nikmat. Jika kita mendoakannya, para malaikat pun akan mengaminkan doa kebaikan tersebut untuk kita juga. Rasulullah SAW. bersabda, “Barang siapa yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat akan berkata, ‘Amin dan bagimu kebaikan yang sama.’”(HR Muslim)
Keempat, secara berani mengakui kelebihan orang lain. Hal ini dapat mengikis rasa hasad. Mengakui keunggulan orang lain, sesungguhnya kita telah mengangkatnya dan tidak merendahkan diri sendiri.
Saudariku, dosa pertama di pintu langit ialah hasad dan dosa pertama di muka bumi ialah hasad. Sabda Rasul SAW., “Jauhkanlah dirimu dari hasad kerana sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu.” (HR Abu Dawud).
Allah memerintakan kita untuk meminta perlindungan daripada-Nya, “ Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” [TMQ Al-Falaq (113): 5]
Kita hendaklah sentiasa menjaga hati dari penyakit hasad, jika sedang mengalami penyakit ini hendaklah segera menyembuhkannya. Rasul bersabda, “Penyakit umat-umat sebelum kalian telah menyerang kalian iaitu dengki dan benci. Benci adalah pemotong, pemotong agama dan bukan pemotong rambut. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Mahukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan, kalian saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Tirmidzi)
Apakah hasad dapat menjangkiti para pengemban dakwah? Jawapannya, YA BOLEH, jika mereka tidak sering melakukan pembersihan jiwa/hati. Inilah pentingnya selain memahami hukum-hukum Islam, kita juga memahami ilmu membentuk pola sikap (nafsiyah) dalam Islam. Berproses agar diri memiliki keperibadian Islam (syakhshiyyah Islamiyah). Wallahualam.
#nafsiyah #hasad #penyakithati #penyakitjiwa #jauhihasad #syukurinikmat