[Usus at-Ta’lim fi Daulah al-Khilafah] Bahan Pengajaran (Bahagian 4/4)
Penulis: Abu Yasin
- Ilmu Sains dan Kemahiran
Ilmu sains dan kemahiran merupakan ilmu pengetahuan yang tidak mempunyai kaitan secara langsung dengan pandangan hidup dan bukan termasuk perkara yang terpancar dari akidah Islam, namun tetap berlandaskan pada akidah Islam. Kemahiran dan sains diperlukan untuk persiapan anak didik terjun ke tengah-tengah kancah kehidupan secara praktikal. Oleh sebab itu, pengajaran pertama kali kepada anak didik perlu dimulakan dengan ilmu-ilmu yang diperlukan untuk bekerja dalam lingkungan tempat dia hidup, misalnya mengira, pengetahuan umum tentang kelengkapan dan alat-alat yang sering digunakannya, seperti alat-alat letrik, elektronik, dan peralatan rumah tangga. Termasuk juga peraturan dan undang-undang lalu lintas di jalan raya.
Dalam penyampaian bahan ini hendaklah diperhatikan lingkungan tempat anak didik tersebut tinggal; apakah di daerah perindustrian, pertanian, perdagangan, pegunungan, dataran rendah, pesisir, daerah panas, atau daerah dingin. Tujuan pendidikan ilmu sains dan kemahiran yang diberikan hingga batas usia sepuluh tahun adalah menjadikan anak didik mampu untuk bekerja dengan segala sesuatu yang ada di sekitar mereka dan memanfaatkannya sesuai dengan umur dan keperluan mereka.
Setelah usia sepuluh tahun, dimulakan pengajaran matematik dengan cabang-cabangnya secara bertahap. Demikian juga dengan ilmu-ilmu lain seperti fizik, kimia, biologi, dan olahraga yang bermanfaaat, misalnya berenang, melompat, dan pencapaian target. Setelah usia baligh ditambah dengan kemahiran berupa latihan ketenteraan di bawah bimbingan jabatan angkatan bersenjata.
Sumber: Abu Yasin, Usus at-Ta’lim fi Daulah al-Khilafah (Strategi Pendidikan Negara Khilafah)