[Khilafah Rasyidah] Perang Fizikal
Penulis: dr. Hamdan Fahmi
Sesungguhnya cabaran pertama dan terbesar menentang Khilafah Islamiah yang telah dijanjikan tegak kembali adalah perang fizikal dengan segala bentuk dan coraknya.
Sebelum kami mulai menyebutkan bentuk-bentuk peperangan ini, serta metode untuk melawan dan bersikap tegar menghadapinya, kita perlu berhenti sejenak membahas masalah peperangan terhadap umat Islam yang dilancarkan oleh kaum kafir secara umum. Untuk menjelaskannya secara ringkas, kami sebutkan beberapa berita yang bersifat qath’i dari Allah SWT dan beberapa fakta sejarah yang membenarkan berita-berita itu.
Allah SWT telah menyebutkan dalam banyak ayat yang menjelaskan permusuhan kaum kafir kepada kaum muslim. Allah SWT juga memperingatkan kaum muslim akan langkah busuk itu. Di antaranya adalah firman Allah, “Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) berperang dalam bulan yang dihormati; katakanlah: “Peperangan dalam bulan itu adalah berdosa besar, tetapi perbuatan menghalangi (orang-orang Islam) dari jalan Allah dan perbuatan kufur kepadaNya, dan juga perbuatan menyekat (orang-orang Islam) ke Masjid Al-Haraam (di Mekah), serta mengusir penduduknya dari situ, (semuanya itu) adalah lebih besar lagi dosanya di sisi Allah. Dan (ingatlah), angkara fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan (semasa perang dalam bulan yang dihormati). Dan mereka (orang-orang kafir itu) sentiasa memerangi kamu hingga mereka (mahu) memalingkan kamu dari agama kamu kalau mereka sanggup (melakukan yang demikian); dan sesiapa di antara kamu yang murtad (berpaling tadah) dari agamanya (agama Islam), lalu ia mati sedang ia tetap kafir, maka orang-orang yang demikian, rosak binasalah amal usahanya (yang baik) di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah ahli neraka, kekal mereka di dalamnya (selama-lamanya).’” (TMQ Al-Baqarah: 217).
“ Sesungguhnya orang-orang kafir yang selalu membelanjakan harta mereka untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah, maka mereka tetap membelanjakannya kemudian (harta yang dibelanjakan) itu menyebabkan penyesalan kepada mereka, tambahan pula mereka dikalahkan. Dan (ingatlah) orang-orang kafir itu (akhirnya) dihimpunkan dalam neraka jahanam.” (TMQ Al-Anfal: 36).
“ Banyak di antara Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) suka kalaulah kiranya mereka dapat mengembalikan kamu menjadi kafir setelah kamu beriman, kerana dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, sesudah nyata kepada mereka kebenaran (Nabi Muhammad SAW). Oleh itu, maafkanlah dan biarkanlah oleh kamu (akan mereka), sehingga Allah datangkan perintahNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (TMQ Al-Baqarah: 109).
“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): “Sesungguhnya petunjuk Allah (agama Islam itulah petunjuk yang benar”. Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepada mu.” (TMQ Al-Baqarah: 120).
“ Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang amat nyata bagi kamu.” (TMQ An-Nisa’: 101).
Ayat-ayat semacam ini banyak termaktub di dalam Al-Quran. Semuanya menunjukkan secara jelas tentang permusuhan kaum kafir kepada Islam. Juga menunjukkan keseriusan mereka untuk mengembalikan kaum muslim kepada kekafiran dan pembelanjaan harta yang mereka lakukan untuk merealisasikan tujuan itu.
Ini juga menunjukkan berterusannya peperangan dan permusuhan di kalangan orang-orang kafir sehingga Allah SWT mewarisi bumi dan segala isinya. Peperangan dan permusuhan kaum kafir tidak akan berhenti, kecuali dengan salah satu dari dua perkara, yakni kaum kafir itu masuk Islam atau sebaliknya kaum muslim murtad keluar dari agama mereka, lalu berubah menjadi kafir seperti kaum kafir itu.
Fakta-fakta sejarah–sejak zaman Rasulullah SAW dan setelahnya, sepanjang zaman Islam hinggalah zaman kita sekarang—telah menjadi bukti kebenaran berita-berita ilahiah yang bersifat qath’i dan jelas tersebut. Pada zaman Rasul SAW, kaum kafir telah berupaya untuk membunuh baginda. Allah SWT berfirman, “Dan ingatlah (wahai Muhammad), ketika orang-orang kafir musyrik (Mekah) menjalankan tipu daya terhadapmu untuk menahanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka menjalankan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya (mereka), kerana Allah sebaik-baik yang menggagalkan tipu daya.” (TMQ Al-Anfal: 30).
Kaum kafir telah berupaya “mencekik leher” Rasulullah SAW dalam rangka mengeluarkan baginda dan para sahabat, iaitu kaum mukmin dari agama mereka. Setelah daulah berdiri, kaum kafir berupaya mencabut dakwah baginda SAW dari akarnya di muka bumi dalam berbagai peperangan berdarah yang silih berganti, iaitu dalam Perang Badar, Uhud, Khandaq, dan lainnya.
Setelah zaman Rasul SAW, permusuhan kaum kafir pun terus berlanjutan. Kali ini dilakukan oleh Parsi dan Romawi, serta penganut agama-agama lain. Permusuhan itu terwujud secara nyata dalam berbagai peperangan yang tidak pernah berhenti sepanjang sejarah Islam.
Begitu juga keadaanya hari ini. Peperangan yang kejam dilancarkan terhadap Islam dan kaum muslim yang ikhlas untuk mengeluarkan mereka daripada tujuannya, bahkan daripada agamanya. Peperangan itu tidak akan lebih ringan keganasannya pada saat tegaknya Daulah Islam. Jalan di hadapan daulah juga tidak akan ditebari oleh bunga-bunga dan tumbuh-tumbuhan yang harum semerbak seperti yang dibayangkan oleh sebahagian orang. Akan tetapi sungguh, peperangan akan begitu keras dan mematikan.
Kafir Barat khususnya, tidak akan diam berpangku tangan melihat negara yang baru lahir itu terus tumbuh, makin kuat dan kukuh tubuhnya dari hari ke hari. Ini kerana Barat, khususnya Eropah, sangat memahami makna Daulah Islam, tujuan-tujuan, dan pengaruhnya terhadap ideologi Barat, negara-negara Barat, serta berbagai kepentingan, dan masa depannya.
Makna berdirinya Daulah Islam adalah berdirinya satu kekuatan yang tegak di atas landasan akidah islamiah, penerapan hukum-hukum Islam di dalam negeri, berjuang untuk menyatukan negeri-negeri kaum muslim secara keseluruhan, berjuang mencabut kekufuran dari akar-akarnya, dan memangkas pengaruh-pengaruhnya. Demikian pula berjuang untuk mengemban Islam sebagai risalah yang menentang semua ideologi kaum kafir.
Berdirinya Daulah Islamiah itu bererti penghancuran sistem kapitalisme kufur, yang telah diselubungi dengan selimut busuk dan rosak milik para pemimpin kapitalisme yang terdiri daripada para pemilik perusahaan besar dan para penguasa. Mereka memperhambakan bangsa-bangsa dan memeras darah bangsa-bangsa itu di bawah slogan kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Sesungguhnya kaum kafir, khususnya Barat, memahami dengan baik makna berdirinya Daulah Islamiah lebih daripada apa yang dipahami oleh putera-putera kaum muslim sendiri. Tidak pernah hilang daripada benak mereka ingatan akan perang Balkan, pengepungan kota Vienna, peperangan Balath asy-Syuhada’ di pintu gerbang Perancis, pembebasan Konstantinopel, dan lain-lain.
Oleh kerana itu, kaum kafir, khususnya Barat, akan berdiri menghadang Daulah Islamiah dengan segala kekuatan dan strategi yang mereka miliki supaya mereka dapat menghancurkan dan melenyapkan Daulah Islamiah, seandainya mereka mampu melakukannya. Akan tetapi dengan izin Allah, mereka tidak akan pernah mampu melakukannya. Allah SWT berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (TMQ Al-Anfal: 30).
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (TMQ At-Taubah: 32).
Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.